Berapa banyak manusia di saat ini Sore dan pagi menjalani peperangan Menghadapi pertempuran dengan diri sendiri Ohhh.. Dunia Ohhh.. Duka Dan terperangkap di antara suara pedang Dengan segala cara mencoba tuk bertahan Lalu mengharapkan seteguk air yang jernih Sementara aku Ohhh.. tidak Ohhh.. tidak Jadikanlah daku insan yang selalu Pandai berterima kasih pada khalayak Yang terbalut sisi sukma yang positif Di dalam kisah ku yang singkat ini Demikian lah basah hujan menghapus air mata
Jika mencintaimu suatu penderitaan yang paling Jadikanlah aku yang paling menangis, yang paling banyak di terpa Apa dayaku dengan segala kerak lumpur yang melekat Tak terbatas air mata penyesalan Ketika aku tidak menghidupkan nya dalam atma Mengutus yang tersirat dalam hati, Natiq dan Hayawan Aku tau Engkau dekat Tapi jarak wujud yang membuatku merasa jauh Engkau tau tanpa diberitakan Sebagaimana aku anak kecil yang menangis kelaparan Menarik perhatian sang pemilik rahim, ku terima kadarku Semoga diteguhkan sukma ku agar tidak membuat - Mu murka Yang tidak pernah mengeluh perkara jagat Aku berhajat agar ter-akui dan tunduk kepada Tunggal Meski kalah akan terpaan ardi fana Maaf.. Tunduk pada-Mu Wahai Pelindungku