Skip to main content

Fana

Jika mencintaimu suatu penderitaan yang paling
Jadikanlah aku yang paling menangis, yang paling banyak di terpa
Apa dayaku dengan segala kerak lumpur yang melekat
Tak terbatas air mata penyesalan 
Ketika aku tidak menghidupkan nya dalam atma

Mengutus yang tersirat dalam hati, Natiq dan Hayawan
Aku tau Engkau dekat
Tapi jarak wujud yang membuatku merasa jauh
Engkau tau tanpa diberitakan

Sebagaimana aku anak kecil yang menangis kelaparan
Menarik perhatian sang pemilik rahim, ku terima kadarku 
Semoga diteguhkan sukma ku agar tidak membuat - Mu murka

Yang tidak pernah mengeluh perkara jagat
Aku berhajat agar ter-akui dan tunduk kepada Tunggal
Meski kalah akan terpaan ardi fana
Maaf..



Tunduk pada-Mu Wahai Pelindungku

Comments

Popular posts from this blog

Keseimbangan Yang Harmonis

Keraguan adalah  bukti bahwa setiap insan diletakan ego dalam jiwa nya Kecemasan yang kamu pelihara berasal dari rendahnya akal dan keyakinan Terbitlah emosi yang tidak adanya dingin dalam setiap kealaman batin serta fisik ini Menilik diri bahwa paling lurus nya hati adalah manifestasi dari recok nya akal sehat Berdamailah.. Berdamailah.. dengan jiwamu sendiri, dengan hayat yang paling halus Menyatulah.. Bersatulah.. bersatu bersama Pemilikmu, Penggenggam jiwa dan materimu Aktifkan rasional aktifmu Sadar bahwa ada nya Pihak Yang Bertanggung Jawab Menjaga dan Menyayangimu, dan Dialah Cintamu..

Esensial

Kita terlalu banyak omong, mengumbar kata tanpa buat Dimana penjagaan moral? Dimana pengertian dari baik dan buruk? Tanpa realitas sama dengan terberantas. Cukuplah letakan pada tempatnya, seperti moral di atas teori-moral Jangan jual murah cinta jika untuk bertahta Jangan jual murah cinta jika untuk berharta Jangan jual murah cinta jika untuk bersyahwat Salahkan aku diantara ketiga nya karena sama-sama tidak setia. Esensial Tuan - Tuan untuk mengenal dan merindu Pecinta bermata buta dan mempunyai telinga pun tuli pada cela keburukan dari yang di cinta Pecinta membahagiakan yang dicinta dan mencegahmu dari yang busuk, keniscayaan.