Skip to main content

Terasing

Tidak biasa seperti teman akrab di alam raga namun enggan berbahasa hanya di rasa,
Rasanya seperti gagah tapi menari dalam ketidak anggapan hawa,
Cahaya tuh senantiasa hadir tetapi sering kali mata hati tidak giat,
Mengunakan mata untuk memandang, dalam perhitungan hati tak karuan, wajar sang hati tak punya mata.
Kian lama pecah menjadi kecil-kecil lalu tidak tampak lagi wujudnya,

Bias, lebur, larut, binasa
Rusak, remuk, sudah biasa

Aku tak punya bakat untuk berterima kasih dengan baik kepada mahluk - mahluk berakal budi yang menjadi kurir etika dari 6 ribuan bahasa suci meski mereka tidak bersih.
Yang di perlintasan, yang di balai, yang bersahabat dengan tekanan, dan semua pejuang yang berdaulat diri demi yang berada di surga dunia, ku ucapkan terima kasih sudah menjadi bagian bulir positif dalam atmosphere cerita singkat ku di alam ini, demikian hujan yang telah menghapus air mata.

Comments

Popular posts from this blog

Fana

Jika mencintaimu suatu penderitaan yang paling Jadikanlah aku yang paling menangis, yang paling banyak di terpa Apa dayaku dengan segala kerak lumpur yang melekat Tak terbatas air mata penyesalan  Ketika aku tidak menghidupkan nya dalam atma Mengutus yang tersirat dalam hati, Natiq dan Hayawan Aku tau Engkau dekat Tapi jarak wujud yang membuatku merasa jauh Engkau tau tanpa diberitakan Sebagaimana aku anak kecil yang menangis kelaparan Menarik perhatian sang pemilik rahim, ku terima kadarku  Semoga diteguhkan sukma ku agar tidak membuat - Mu murka Yang tidak pernah mengeluh perkara jagat Aku berhajat agar ter-akui dan tunduk kepada Tunggal Meski kalah akan terpaan ardi fana Maaf.. Tunduk pada-Mu Wahai Pelindungku

Keseimbangan Yang Harmonis

Keraguan adalah  bukti bahwa setiap insan diletakan ego dalam jiwa nya Kecemasan yang kamu pelihara berasal dari rendahnya akal dan keyakinan Terbitlah emosi yang tidak adanya dingin dalam setiap kealaman batin serta fisik ini Menilik diri bahwa paling lurus nya hati adalah manifestasi dari recok nya akal sehat Berdamailah.. Berdamailah.. dengan jiwamu sendiri, dengan hayat yang paling halus Menyatulah.. Bersatulah.. bersatu bersama Pemilikmu, Penggenggam jiwa dan materimu Aktifkan rasional aktifmu Sadar bahwa ada nya Pihak Yang Bertanggung Jawab Menjaga dan Menyayangimu, dan Dialah Cintamu..

Esensial

Kita terlalu banyak omong, mengumbar kata tanpa buat Dimana penjagaan moral? Dimana pengertian dari baik dan buruk? Tanpa realitas sama dengan terberantas. Cukuplah letakan pada tempatnya, seperti moral di atas teori-moral Jangan jual murah cinta jika untuk bertahta Jangan jual murah cinta jika untuk berharta Jangan jual murah cinta jika untuk bersyahwat Salahkan aku diantara ketiga nya karena sama-sama tidak setia. Esensial Tuan - Tuan untuk mengenal dan merindu Pecinta bermata buta dan mempunyai telinga pun tuli pada cela keburukan dari yang di cinta Pecinta membahagiakan yang dicinta dan mencegahmu dari yang busuk, keniscayaan.